Posted in 10 Hari dalam Diksi (April 2018), Puisi

Ares: Rundungan Perang Rakyat

Katanya kita ini sudah merdeka.
Kata”nya”.

“Nya” itu siapa?
Deklarasi kemerdekaan mana?
1945? Agustus? Pegangsaan Timur?

Ah.
Itu cuma de facto.
Belum de jure.
Saat sudah de jure pun,
Cuma karena kompeni menyerah.

Nyatanya,
Apa yang merdeka?

Rakyat bicara dibungkam,
Pejabat bicara dijadikan UU.

Rakyat mencuri dipidana,
Pejabat mencuri digaji tinggi.

Rakyat salah dihukum berat,
Pejabat salah diampuni terus.

Itu merdeka?

Iya, itu merdeka.
Pejabatnya,
Rakyatnya tidak.

Rakyatnya dirundung perang.
Perang apa?

Perang komentar terbaik,
Perang swafoto terbaik,
Perang pengikut terbanyak.
Perangperangperang―media sosial.

Tapi ada juga,
Yang perangnya “sungguhan”.

Perang sebutir beras,
Perang sekeping gopek,
Perang sepetak papan.
Perangperangperang―kebutuhan pokok.

Rakyat dirundung perang.
Masih dirundung perang.
Tapi pejabatnya?

Membiarkan Ares menguasai rakyat.

– revabhipraya
04.04.2018 17.30

10 Hari Dalam Diksi merupakan kegiatan tantangan menulis yang diadakan oleh OA Bersajak. #Bersajak #10HariDalamDiksi #10HDDApril #April #HariKe4

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s