Posted in Cerpen, Conversation, January Prosody (2018)

Memilih dengan Hati

“Lev.”

“Hm.”

“Gimana caranya kamu milih satu dari dua pilihan?”

Dahi Lev mengerut. “Soal apa dulu, nih?”

“Apa pun.”

“Hmm.” Makin dahi lelaki itu mengerut. Ia bersedekap. “Ditimbang untung-ruginya, sih.”

“Kalo sama?”

“Nggak mungkin, pasti ada bedanya.”

“Tapi ada peluangnya, meski kecil, kalo mereka bakal sama,” kilah Reva tidak mau disalahkan. “Kamu sendiri yang bilang meski peluangnya cuma nol koma nol nol nol nol dan noool banyak, berarti―”

“Ya udah, iya, kita asumsikan untung-ruginya sama,” potong Lev cepat. Reva tidak boleh dibiarkan cuap-cuap terlalu lama. “Kalo aku … kayaknya aku bakal milih pilihan yang menurut perasaanku tepat.”

Reva mengangkat alis. “Lucu juga kalo cowok milih pake hati.”

“Heh, dasar seksis.”

“Nggak biasa aja,” balas Reva sambil terkekeh pelan. “Jadi … pake hati?”

“Iya.”

“Kenapa?”

“Karena biasanya hati tahu mana yang lebih benar buat kita,” jawab Lev. Tatapannya menerawang. “Kasusnya sama kayak hati aku yang memutuskan buat suka sama kamu, Rev.”

Malu, Reva mendengus. “Itu toh maksudmu.”

Lalu keduanya tertawa.

 

– revabhipraya
27.01.2018 20.57

#JanuaryProsody
#JanuaryProsodyDay26

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s