Posted in #SoulscapeDecember2017, Opini

Yang Pergi Pasti Kembali

Orang bilang, yang pergi pasti akan kembali.

Kurasa kalimat ini benar adanya jika kita menilik kembali Fisika, Hukum Newton III tepatnya. Gaya aksi sama dengan gaya reaksi dengan arah sebaliknya. Gaya aksi sama dengan negatif gaya reaksi. Gaya aksi―apa yang diberikan―sama dengan negatif gaya reaksi―apa yang diterima. Kurang lebih sama artinya dengan “pergi” dan “kembali”, bukan?

Lalu jika kita menilik Al-Quran Surah Al-Zalzalah ayat 7-8, di sana pun disebutkan bahwa perbuatan baik dan buruk sekecil biji zarrah pun akan dibalas, bisa di dunia, bisa di akhirat. Jika kita melakukan suatu perbuatan―apa yang diberikan―mau itu baik ataupun buruk, maka kita akan menerima balasannya―apa yang diterima―meski perbuatan itu di mata manusia tidak bernilai. Kurang lebih sama artinya dengan “pergi” dan “kembali”, bukan?

Ada juga kasus yang lebih umum, perihal nilai yang didapatkan di sekolah atau kampus. Mereka yang belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh umumnya akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi ketimbang mereka yang malas-malasan dan hanya datang ke sekolah atau kampus untuk urusan lain selain akademik. Memang ada beberapa kasus “unik” dimana pelajar malas ini mendapat nilai tinggi, tetapi itu terjadi semata-mata karena faktor lain yang tidak bisa disamakan dengan kesungguhan belajar. Lagi, usaha belajar kita―apa yang diberikan―menentukan nilai kita―apa yang diterima. Kurang lebih sama artinya dengan “pergi” dan “kembali”, bukan?

Berdasarkan paparan di atas, maka dapat dikatakan bahwa secara umum, kata-kata yang diucapkan di awal tulisan ini benar: apa yang pergi pasti akan kembali.

Bicara soal apa yang pergi, kamu juga saat ini sedang pergi. Berarti nanti akan kembali, ‘kan?

 

– revabhipraya
04.12.2017 07.23

#SoulscapeDecember2017
#SoulscapeDay04

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s