Posted in #NovemberRomance, Opini

Pertengkaran

Bertengkar adalah sesuatu yang umumnya dilakukan oleh pasangan, siapa pun itu, mulai dari yang muda sampai yang tua.

Anak muda biasanya mempermasalahkan hal-hal kecil, kelewat sepele bahkan, yang sesungguhnya dapat diselesaikan tanpa perlu suara tinggi. Masalah belajar bersama lawan jenis, pergi ke kantin tidak berdua, unggah foto bersama lawan jenis, bahkan salah warna hadiah saja bisa menjadi bahan pertengkaran. Yah, namanya juga anak muda.

Dewasa muda biasanya mempermasalahkan hal-hal yang lebih besar. Tidak sepele, namun sesungguhnya obrolan baik-baik pun dapat menyelesaikan segalanya. Masalah tidak bisa bagi waktu antara kesibukan dan pasangan, stress akibat tekanan dari berbagai sisi, hilang kabar akibat terlalu asyik mengerjakan hal lain, bahkan terlalu banyak menghabiskan waktu dengan lawan jenis lain pun bisa menjadi bahan pertengkaran. Yah, namanya juga dewasa muda.

Dewasa belum menikah biasanya mempermasalahkan hal yang lebih besar lagi. Tidak sepele, dan memang membutuhkan pemecahan yang lebih rumit. Masalah pertanyaan akan keseriusan hubungan, pertunangan, tanggal pernikahan, bahkan persiapan pernikahan pun bisa menjadi bahan pertengkaran. Yah, namanya juga dewasa belum menikah―beberapa di antaranya menjelang pernikahan.

Dewasa sudah menikah biasanya mempermasalahkan hal yang paling rumit ketimbang semua pasangan kelompok umur. Amat sangat tidak sepele, dan cara memecahkannya pun tidak rumit. Masalah tagihan yang belum dibayar, anak yang tidak mau sekolah, rekan kerja lawan jenis yang sering datang ke rumah, bahkan tidak ada makan malam pun bisa menjadi bahan pertengkaran. Yah, namanya juga dewasa sudah menikah.

Golongan tua atau lanjut usia mungkin permasalahannya tidak serumit pasangan kelompok umur yang lain, mungkin. Tidak bisa dibilang sepele, namun penyelesaiannya tidak semudah yang lain. Masalah harus tinggal di panti jompo, tidak diizinkan anak tinggal di rumah mereka, jarang dikunjungi anak, bahkan tidak dihormati oleh cucu bisa menjadi bahan pertengkaran. Yah, namanya juga golongan tua.

Pertengkaran itu perlu, kurasa. Pertengkaran membuat pasangan menghargai adanya kedamaian di dalam hubungan. Pertengkaran membuat momen-momen sederhana seperti genggaman tangan di kala hujan turun adalah momen indah yang harus direkam dalam memori.

Dan sesungguhnya kalau bisa, aku ingin sesekali bertengkar denganmu. Kamu bilang hubungan kita benar-benar damai, tidak pernah ada pertengkaran berarti, tidak pernah ada debat kepentingan tidak jelas, bahkan tidak pernah ada suara tinggi sebab masalah selalu kita obrolkan dengan kepala dingin.

Eh, tapi itu dulu, ya? Aku lupa.

 

– revabhipraya
02.12.2017 00.55

#NovemberRomance
#NovemberRomanceDay28

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s