Posted in #AksaraAgustus2017, Kuliah

Konfirmasi Tidak Malar

malar /ma·lar/ a terus-menerus (terjadi, ada, dan sebagainya); selalu; tetap tidak berubah.

Aku benci inkonsistensi. Aku benci hal-hal yang tidak malar.

Kemarin aku pergi ke kampus untuk menghadiri sebuah rapat sekaligus menemani beberapa orang untuk melakukan pengukuran lapangan. Pukul sembilan tepat, begitu kata daftar presensi sebelum aku mengisi konfirmasi bahwa aku akan hadir. Aku tiba di tempat pukul sembilan lewat enam menit, tidak lupa setelah mengonfirmasi bahwa aku akan telat hadir sebab aku berangkat agak telat (dan jalan yang kulalui itu sempit, tidak bisa dikebut).

Nice, baru ada dua orang yang bahkan tidak akan menghadiri rapat yang sama denganku di TKP.

Setelah datang empat orang lainnya, dan keempatnya bukan orang-orang yang akan rapat bersamaku, akhirnya aku ikut mengukur lapangan saja. Kami menghabiskan sekitar dua hingga tiga jam untuk mengukur lapangan, lalu memutuskan untuk makan siang bersama. Tidak lama sih, aku ada di sana. Hanya sekitar satu atau dua jam, lalu aku undur diri karena harus pulang.

Kegiatan kemarin, sejujurnya, tidak menyenangkan. Aku sendiri bingung mengapa aku sampai harus menuliskannya di sini. Mungkin karena aku kelewat emosi atau bagaimana, aku tidak tahu juga. Mungkin karena orang-orang memang tidak bertingkah sesuai harapanku, entahlah. Mungkin karena aku yang sedang tidak ingin melakukan hal yang sia-sia, bisa juga. Meski memang tidak ada yang sia-sia sih, hanya saja kedatanganku ke kampus sama sekali tidak membuahkan hasil yang kutulis di konfirmasi.

Aku datang untuk mendampingi pengukuran lapangan dan rapat, bukan ikut mengukur lapangan dan rapat dengan orang lain yang bukan dugaanku. Meski aku tidak menyesal sih, rapat dengan mereka.

Yang kupertanyakan adalah, pergi ke apa semua orang kini seenaknya bicara tanpa peduli mereka malar atau tidak?

 

Bandung, 8 Agustus 2017 08:08 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s