Posted in #AksaraAgustus2017, Random Thought

Dulunya Antap

antap /an·tap/ Mk a tenang (tidak cerewet dan sebagainya); diam.

Aku mengenal diriku sendiri sebagai orang yang antap … dulunya.

Sebenarnya sejak dulu aku sudah menyandang status cerewet, tetapi itu di rumah. Aku memang banyak bicara, banyak komentar, dan tidak mau diam, tetapi itu semua hanya tertahan oleh pagar rumah alias tidak pernah benar-benar keluar dari lingkungan keluargaku. Aku cerewet, tetapi hanya kepada orang-orang rumahku. Aku tidak berhenti berkomentar, tetapi hanya kepada orang-orang rumahku. Aku tidak mau diam pun hanya di dalam rumah. Bahkan bertindak gila pun terbatas di dalam rumah, haha, meski kurasa yang terakhir ini wajar, sih.

Akan tetapi, entah sejak kapan aku pun tidak yakin benar, aku berubah. Kalau dibuat ala-ala FTV, mungkin judulnya adalah “Si Antap yang Tak Lagi Antap”.

Oke, jayus.

Ini serius, aku tidak tahu sejak kapan kecerewetanku muncul di publik dan aku juga tidak tahu kenapa. Namun, kalau aku boleh sedikit berprasangka yang aku juga tidak tahu ini adalah prasangka baik atau buruk, sepertinya temanku semasa SMA-lah yang menulari ke’gila’annya di publik kepadaku.

Jujur, kala itu aku memang kagum dengan sosoknya yang bisa tampil percaya diri di manapun dan kapanpun. Dia tidak peduli apakah orang yang ia temui itu baru ia kenal atau tidak, tidak peduli apakah orang yang ia temui itu dekat atau tidak, ia tetap bertindak percaya diri. Dia tidak pernah bersikap sok malu-malu seperti anak kecil yang takut pada om-om, tidak. Dia selalu bisa membawa orang-orang di sekitarnya ikut percaya diri, dan aku kerap merasakan energi positif itu darinya. Mungkin dialah yang membuatku jadi cerewet seperti sekarang ini, hehe.

Selesai dengan masa SMA dimana dengan tingkat kecerewetanku yang mulai meningkat guru-guru tetap menyebutku “antap”, aku akhirnya tiba di dunia perkuliahan. Dan di sini aku menemukan manusia-manusia yang jauh lebih random ketimbang SMA, dan di sini …

Aku menemukan sisi cerewetku yang seutuhnya.

Tidak ada lagi aku yang antap, tidak ada.

Kecuali kalau memang aku sedang dalam kondisi tidak ada teman untuk diajak ngereceh bersama, hahaha.

 

Bandung, 2 Agustus 2017 20:11 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s