Posted in #AksaraAgustus2017

Berkimbang-kimbang

kimbang /kim·bang/ v, berkimbang-kimbang /ber·kim·bang-kim·bang/ v 1 terbang melayang berkeliling (seperti burung layang-layang, burung elang yang sedang terbang); 2 ki merasa bimbang; tidak mempunyai pegangan dalam berpikir; terombang-ambing (tentang pikiran dan hati)

Hari ini aku berkimbang-kimbang.

Bukan terbang melayang layaknya burung, tentu. Hari ini banyak hal yang membuatku merasa bimbang, dan membuatku merasa bahwa jadwal hidupku masih belum bisa kupatuhi.

Aku ingin sedikit menumpahkan perasaanku hari ini, hehe. Pagi ini aku bangun dengan kondisi cukup baik―kemarin aku sakit―kecuali di bagian hidung. Aku sudah akan berangkat ke kampus jika Ibu tidak tiba-tiba menyuruhku tinggal, jadi aku tinggal.

Sorenya, kamu datang ke rumah dengan niat mengerjakan paper yang sebenarnya hanya niat sampingan dari niat asli kamu (dan aku): bertemu.

Kurang lebih dua jam kita berkutat dengan paper yang ternyata aturan penulisannya lumayan memusingkan sampai tahu-tahu Ibu sakit.

Adik tidur, dan dibangunkan pun percuma, dia kelewat pulas.

Maka aku mengurus Ibu dulu, meninggalkanmu sejenak di ruang tamu yang aku tahu diam-diam merasa tidak enak akibat keberadaanmu di sini. Padahal, asal kamu tahu, kalau tidak ada kamu mungkin aku akan lebih pusing sendiri.

Setelah Ibu tidur, aku menghampirimu lagi di ruang tamu dan akhirnya kita mengesampingkan paper, menghabiskan waktu dengan bercerita mengenai keluarga masing-masing.

Lalu tiba momen dimana aku sibuk menatap kosong, berkali-kali. Kamu tahu ada yang tidak beres di sana, dan kamu bersikeras mendesakku untuk menceritakan apa yang mengganggu pikiranku itu.

Masalahnya, aku tidak tahu apa itu. Aku tahu ada sesuatu yang mengganggu sistem kebahagiaan batinku, tetapi aku tidak tahu apa sesuatu itu. Terlalu banyak hal berseliweran di otakku saat itu sehingga semuanya menjadi buram. Aku bimbang menentukan prioritasku yang mana, aku bimbang menentukan emosiku yang mana.

Aku berkimbang-kimbang, dan masih hingga kini.

 

Bandung, 1 Agustus 2017 23:30 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s