Posted in #JumblingJuly2017

Terus Menulis

Sudah dua hari aku tidak melakukan rutinitas menulisku di blog tercinta ini. Ingin bilang tidak sempat, nyatanya kemarin aku nyaris tidak ada kerjaan selama satu hari penuh. Ingin bilang sibuk, nyatanya aku masih bisa maraton banyak film tempo hari. Ingin bilang suasana hati tidak mendukung untuk bekerja, memang kenyataannya seperti ini.

Seharusnya menulis adalah pelampiasan atas lelah dari kegiatan duniawi yang aku rasakan. Seharusnya aku bisa menuliskan apapun dalam kondisi hati apapun, baik normal maupun tidak normal (bisa buruk, bisa juga terlalu baik). Akan tetapi, kenyataan bilang untuk dua hari ini sepertinya aku lebih baik tidak menuliskan apapun terlebih dulu (atau ini sebenarnya keinginan terkecil hatiku yang sok-sok berkata bahwa keadaanlah yang memaksa).

Sejujurnya, aku tidak ingin menulis hanya karena suasana hati sedang terlalu baik ataupun terlalu buruk. Aku ingin aku menulis bukan karena suasana hatiku, tetapi memang karena aku tahu menulis adalah sesuatu yang aku butuhkan, layaknya makan tiga kali sehari (meski belakangan ini jadwal makanku sedang tidak teratur, tetapi normalnya seperti itulah), mandi dua kali sehari, atau tidur malam antara enam hingga delapan jam bagi manusia.

Menulis adalah kebutuhan, itu yang berusaha kutekankan kepada diriku sendiri. Menulis adalah tempat dimana aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa peduli pandangan orang lain. Bentuk komentar macam apapun dari orang lain, baik yang bersifat baik maupun buruk, hanyalah bentuk respons orang terhadap diri kita yang sejati. Kenyataannya, kita bebas menjadi siapapun, termasuk menjadi diri sendiri, saat kita menulis. Dan inilah salah satu hal yang membuatku merasa bahwa menulis haruslah menjadi sebuah kebutuhan bagiku sebab, percaya atau tidak, aku menemukan diriku sendiri saat aku merangkai kata demi kata yang kemudian kupublikasikan di media sosial.

Kurasa … itulah resolusi pertamaku untuk diriku sendiri.

 

Bandung, 30 Juli 2017 06:00 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

2 thoughts on “Terus Menulis

  1. Tak dapat kupungkiri bahwa, suasana hati—memang—berpengaruh terhadap niat kita untuk menulis. Tulisan yang bagus! Ada baiknya mungkin, ya, apabila suasana hati kita menjadi pembeda saja dalam penuangan perasaan menjadi kata-kata dan tulisan agar tetap produktif. Saat sedih, buatlah tulisan yang menggambarkan kesedihan. Saat bahagia, buatlah tulisan yang menggambarkan kebahagiaan 😀 tidak mudah, namun patut dicoba! (aku pun belum rajin menulis kok, terlampau malas malah, hehe…)

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s