Posted in #JumblingJuly2017

Sampai Final

Aku suka ikut lomba sejak kecil, mau itu lomba menggambar, lomba renang, lomba komputer (biasanya kami diberikan sebuah kertas berisikan sebuah teks yang harus disalin kembali ke aplikasi tertentu lalu formatnya dibuat sama dengan hasil cetaknya), maupun lomba menulis. Oh, bahkan olimpiade matematika pun tidak luput dari perhatianku, aku memang doyan angka, sih. Aku masih rajin mengikuti lomba-lomba itu hingga SMA, bahkan tadinya aku hendak mengikuti olimpiade matematika lagi di tahun terakhirku di SMA, hanya saja pihak sekolah tidak memberi izin (padahal kalau siswanya memang mau, apa coba salahnya?).

Anehnya, “hobi” itu menghilang semenjak aku menginjakkan kakiku di dunia perkuliahan.

Aku masih berusaha mencari lomba menulis yang mungkin kuikuti, seperti lomba cerpen atau puisi (rasanya aku tidak sanggup membuat novel karena aku memang sering hectic dengan kepanitiaan dan organisasi ini-itu di kampus, sebut aku sok sibuk, tetapi itu benar), tetapi aku tidak lagi berminat mengikuti lomba-lomba keilmuan. Empat semesterku di kampus kulewati begitu saja tanpa sekalipun mendaftar untuk sebuah lomba keilmuan. Lomba-lomba yang pernah kuikuti di kampus, sejauh ini, hanyalah lomba poster Idul Adha dan lomba cerpen fiksi ilmiah. Selesai di sana. Sama sekali bukan lomba keilmuan, utamanya, keilmuan Statistika, bukan?

Tapi, keinginan itu mendadak muncul kembali saat aku melihat nama sebuah kompetisi yang sejak dulu tidak pernah kuminati.

Riset.

Aku tidak pernah berminat mengikuti lomba-lomba riset ilmiah yang nantinya menghasilkan karya tulis, tidak. Bahkan PKM saja tidak akan kuikuti kalau bukan karena tugas OSPEK (di semester pertamaku aku mengerjakan dua buah PKM dengan dua kelompok yang berbeda demi tugas OSPEK, tetapi setelah itu aku justru hilang minat terhadap PKM, entah mengapa terdengar menyedihkan). Aku memang suka menulis, menulis opini juga suka meski fakta-fakta yang menjadi dasarnya tidak banyak, tetapi aku tetap suka menulis. Anehnya, aku tidak suka menulis sesuatu yang terlalu ilmiah.

Tapi, saat itu berbeda.

Dengan cepatnya saat aku melihat informasi lomba itu, ketertarikanku muncul. Dan aku seketika tahu siapa yang harus kuajak untuk mengikuti lomba ini bersama (lomba ini untuk tim yang terdiri dari dua hingga tiga orang soalnya).

Kamu.

“Kang, ikutan lomba riset ini, yuk!”

Dan kamu, yang sama-sama tidak begitu doyan mengikuti lomba-lomba keilmuan Statistika, menyanggupinya.

Dan kita, setelah berjuang selama beberapa hari menyelesaikan abstrak untuk entri pertama lomba tersebut dan menunggu-nunggu pengumumannya hingga kemarin …

Abstrak kita lolos.

Diulangi, ABSTRAK KITA LOLOS!

Jadi kini aku hanya bisa berharap bahwa kita akan lolos ke babak final dan … ah, soal menang atau tidaknya sih, lihat saja nanti (tidak kupungkiri bahwa aku ingin menang sih, hahaha).

 

Bandung, 30 Juli 2017 06:37 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

One thought on “Sampai Final

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s