Posted in #JumblingJuly2017

Adik x Kakel

Kalau aku tidak salah ingat, biasanya aku salah, aku pernah menyebut-nyebut soal aku adalah shipper sejati Adik dan Kakel (soal mereka pernah kusinggung di sini dan sini), sedangkan adikku adalah shipper sejati Aku dan Kamu. Kami saling mendukung hubungan satu sama lain yang lucunya, agak-agak mirip.

Mirip secara fisik, mirip secara perilaku, mirip secara jalannya hubungan juga. Aneh tidak, sih?

Baiklah, aku akan melewatkan penjabaran hubungan kami yang mirip ini sebab bukan hal ini yang akan kubahas sekarang. Yang akan kubahas sekarang adalah momen pertama aku bahagia adikku akhirnya benar-benar menjadi sosok perempuan dan bisa memilah mana yang harus ditanggapi dengan dingin, mana yang tidak.

Waktu itu wisuda Kakel, aku tidak hadir (tentu saja, aku sudah lulus dua tahun lebih awal), sedangkan Adik hadir sebab ia harus tampil sebagai pembaca arti al-Quran dan pemain angklung. Pokoknya hari itu dia menghabiskan waktu setengah hari di sekolah, entah apa saja yang dia lakukan di sana, aku tidak tahu. Aku sih, hanya menghabiskan waktu dengan malas-malasan di rumah sambil bermain laptop, hehe.

Atau waktu itu aku pergi rapat, ya? Aku lupa. Hehe.

Sepulangnya dia, hal pertama yang dia katakan padaku (kalau aku tidak salah ingat, dan aku biasanya salah) adalah,

“Teh, aku tadi foto berdua sama Kakel!”

Dan mataku spontan membulat dan melebar. Terkejut, tapi senang. Terkejut, sekaligus berpikir bahwa kerja anak ini cepat juga kalau dia memang ada rasa pada seseorang. Padahal saat itu pun aku belum pernah berfoto berdua dengan kamu―kenapa aku jadi membahas ini?

Oke, skip.

Intinya, aku langsung memasang wajah antusias sambil menagih-nagih foto itu berulang kali. Adik juga, dengan wajah gemas, kerap berkata bahwa dia sudah meminta foto tersebut dari teman si Kakel hanya saja belum diberikan. Aku dengan tidak sabar menuggu, Adik dengan sabar menunggu. Sampai akhirnya …

“IH, SI KAKEL BENERAN MIRIP ‘KAMU’!”

Hal itulah yang jadi fokus pertamaku begitu melihat foto mereka berdua. Aku ini … otaknya agak ngaco, sepertinya.

 

Bandung, 27 Juli 2017 13:01 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s