Posted in #JumblingJuly2017

Accidentally Clicked

Ada sebuah kejadian unik terjadi kepadaku terkait foto yang menjadi prompt #JumblingJuly2017 di hari kedua puluh lima hingga dua puluh tujuh ini. Sebenarnya bukan unik sih, lebih ke arah … tidak masuk ke dalam daftar ekspektasiku dan bukan hal yang aku rencanakan kala itu, jadi, yah, wajar bukan, kalau aku menganggapnya unik?

Kejadian terkait foto ini diawali oleh sebuah momentum yang rajin dilaksanakan manusia pada saat bulan Ramadhan. Mungkin ada yang sudah bisa menebak apa yang terjadi?

Ya, buka bersama.

Jutaan undangan buka bersama berdatangan kepadaku bahkan sebelum bulan Ramadhan tiba. Beberapa ada yang, alhamdulillah, terwujud, tetapi beberapa juga ada yang tertahan di daftar kegiatan terbatas pada rencana alias wacana. Tapi, yang jadi sebatas wacana itu tidak banyak-banyak amat, kok.

Kegiatan buka bersama yang akan kuceritakan ini adalah buka bersama organisasiku di fakultas. Bukan hanya departemen, melainkan organisasi. Satu organisasi, lima bidang, lima belas departemen/biro, kurang lebih sembilan puluh orang. Banyak, bukan? Meski memang … yang hadir tidak sampai separuhnya, tetapi tetap saja: banyak.

Aku pergi ke sana bersamamu (tidak ketinggalan “kesalahan teknis” yang kamu lakukan menjelang waktu berkumpul di sana sehingga kita terlambat), dan pergi dari sana juga bersamamu. Namun, bukan pulang dan perginya yang akan kubahas sekarang. Kini, yang akan kubahas adalah sebuah foto yang diciptakan dengan kesengajaan, namun hasilnya diciptakan dengan ketidaksengajaan.

Bingung? Begini …

Aku pernah menyebut-nyebut soal Ei, bukan? Dia adalah temanku yang juga mengikuti organisasi fakultas yang sama. Dia juga hadir di acara buka bersama ini, dan setelah acara makan selesai, dia pindah duduk ke sebelahku.

Selain mengikuti organisasi ini, sebenarnya masih banyak lagi kepanitiaan dan organisasi yang kami ikuti bersama. Salah satunya adalah kepanitiaan online yang semua kegiatannya, mulai dari awal sampai akhir, dikerjakan dengan internet sebagai medianya. Mana panitianya pun dari seluruh pelosok Indonesia pula, jadi memang sulit sekali untuk bertemu secara langsung. Karena itulah aku dan Ei hendak mengirim foto bahwa kami sedang makan bersama.

Ei mengeluarkan tablet-nya, mengaktifkan kamera depan, menyuruhku melihat kamera, mengacungkan tangannya sebagai bukti bahwa dia ada di sana (entah mengapa dia tidak ikut menunjukkan wajahnya), lalu …

Klik.

… ada satu wajah lagi muncul di belakangku.

Aku menoleh ke belakang. Di sana ada kamu yang ikut masuk ke dalam foto. Kamu, loooh! Kamu! Tidak ada wajah orang lain lagi di foto itu selain aku … dan kamu.

Meski agak kesal karena bisa-bisanya kamu ikut masuk ke dalam foto, tetapi bukan berarti aku menyesal dan tidak senang karenanya. Justru … foto itu jadi foto pertama kita berdua, bukan?

 

Bandung, 25 Juli 2017 12:45 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s