Posted in #JumblingJuly2017

Singa Duyung

Oke, judul tulisan ini mungkin tidak lazim, tetapi percayalah kalian ketika kukatakan bahwa Merlion merupakan singa duyung. Walau sebenarnya ini hanyalah fakta ngawur nan tidak penting yang kukarang sendiri, setidaknya dua kata itulah yang pantas digunakan untuk mendeskripsikan Merlion dalam dua kata.

Mendengar Merlion, kalian seharusnya sadar bahwa aku sedang membicarakan tentang satu-satunya negara maju di kawasan Asia Tenggara (kalau aku tidak salah ingat).

Yap, aku sedang membahas Singapura.

Aku pernah pergi ke Singapura, satu kali. Perjalanan itu merupakan perjalanan pertamaku ke luar negeri dan tidak bersama keluargaku, tetapi bersama separuh teman-teman satu angkatanku. Perjalanan yang hanya memakan waktu satu setengah jam dengan pesawat itu cukup jauh, berjarak ribuan kilometer kalau aku tidak salah memperkirakan.

Tujuan awal kami datang ke sana adalah untuk belajar, ikut menjadi murid di sekolah-sekolah yang ada sekaligus kunjungan edukasi ke berbagai jenis museum yang ada di sana. Tidak lupa, bepergian juga berarti rekreasi. Kami juga pergi ke arena hiburan di negara tersebut.

Kami mengunjungi dua sekolah, yaitu Amity Global Business School dan Sekolah Indonesia Singapura (kalau yang ini sih, intinya mendapatkan lingkungan kampung halaman di negeri orang). Keduanya menerapkan konsep yang benar-benar berbeda, jadi aku beruntung bisa mendapatkan sebuah perbandingan nyata antara sekolah di Indonesia dengan luar Indonesia.

Kami mengunjungi banyak museum sampai-sampai aku sendiri tidak ingat apa saja yang kami kunjungi. Pokoknya ada Asian Civilization Museum, pusat kisah awal kehidupan di Asia, khususnya Asia Tenggara. Science Centre, pusat percobaan-percobaan sains sederhana yang dikemas dengan beragam bentuk. Esplanade, gedung berbentuk durian tempat berlangsungnya pertunjukan-pertunjukan kecil serta museum animasi. Ada pula National Museum of Singapore, pusat segala jenis cerita yang pernah ada di negara tersebut. Canggihnya, museum ini menggunakan tablet sebagai pemandu setiap orang yang masuk ke dalamnya. Pokoknya keren, deh!

Selain sekolah dan museum, kami juga mengunjungi beberapa tempat umum seperti pusat perbelanjaan, pantai, stasiun kereta bawah tanah, terminal, halte, taman burung, dan lainnya. Di Jurong Bird Park, ada burung bernama Amigo yang bisa bernyanyi! Aku tidak tahu bagaimana ia dilatih, pokoknya aku hanya tahu bahwa aku gemasss sekali melihatnya!

Satu hal yang fidak pernah luput pada setiap perjalanan, kami juga berkuliner ria. Makanan yang seketika menjadi favorit kami adalah Nasi Briyani sebab selain harganya murah, porsinya juga kelewat besar. Satu porsi cukup untuk dua orang. Sangat menekan biaya, bukan?

Selain negara yang dikenal dengan Merlion ini, kami juga berkelana ke Malaysia. Kami berkeliling di Menara Petronas, lalu berfoto di bawahnya. Kami pergi ke pusat perjudian besar di Genting Highland (tolong beri tahu jika aku salah sebab aku agak lupa) hanya untuk menyantap makanan ringan dan melihat-lihat, lalu kembali ke kota dengan menaiki kereta gantung (kami juga pergi ke Genting dengan kereta gantung, aku lupa bilang).

Terakhir namun yang paling berkesan, kami bermain ke Universal Studios Singapore! Aku memainkan hampir seluruh wahananya, kecuali roller coaster raksasa yang mengelilingi sebagian besar area udara taman rekreasi tersebut. Aku mengelilingi dunia Madagascar, dengan terpaksa mengikuti teman-temanku menaiki roller coaster Shrek, menaiki roller coaster The Mummy (dua kali), mengikuti aksi penyelamatan Bumi di Transformers, menyusuri Jurassic Park dimana dinosaurusnya lepas, daaan … aku lupa apa lagi yang kunaiki. Pokoknya semuanya menyenangkan dan aku tidak menyesal menaiki wahananya! Bahkan, aku cukup senang sebab ketakutanku akan roller coaster berakhir sudah.

Jadi, Singapura adalah perjalanan paling jauh dan paling menyenangkan yang pernah kualami … sendiri, tanpa keluarga.

 

Bandung, 24 Juli 2017 23:57 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s