Posted in #JumblingJuly2017, Puisi

Selembar Merah Berharga

Aku adalah selembar merah berharga yang tidak pernah dipandang sebelah mata.
Aku adalah selembar merah berharga yang didambakan kehadirannya.
Aku adalah selembar merah berharga yang diidamkan keberadaannya.
Aku adalah selembar merah berharga yang disebut sebagai uang seratus ribuan.

Orang-orang bilang mereka tidak memandangku sebelah mata.
Orang-orang bilang mereka mendambakan kehadiranku.
Orang-orang bilang mereka mengidamkan keberadaanku.
Tapi, itu orang-orang bilang.

Aku tidak dipandang sebelah mata,
Tapi fisikku dikoyak.
Aku didambakan kehadirannya,
Tapi fisikku dicorat-coret.

Aku diidamkan keberadaannya,
Tapi fisikku diremas.
Aku disebut berharga,
Tapi diperlakukan seenaknya.

Aku ini salah apa?

 

Bandung, 11 Juli 2017 19:58 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s