Posted in #JumblingJuly2017, Cerpen

Sibuk, Kata Televisi

Aku pusing melihat kondisi ruangan ini.

Ini masih pagi, matahari juga belum terbit, tetapi entah mengapa semua orang rumah sudah berseliweran ke sana kemari sambil meneriakkan kata-kata yang sulit tertangkap maknanya apa. Semuanya rusuh, tidak ada yang mau diam. Semuanya berseru, tidak ada yang mau diam. Semuanya saling bicara, tidak ada yang mau mendengar. Bagaimana informasinya bisa tersampaikan?

Ah, halo, maaf, sudah menyuguhi kalian dengan terlalu banyak ocehan tidak bermutu padahal kalian belum kenal siapa aku.

Perkenalkan, aku adalah sesuatu yang kalian lihat setiap kalian ingin mencari hiburan, informasi terkini, maupun edukasi. Aku adalah sesuatu yang bisa menayangkan gambar bergerak. Aku adalah sesuatu yang bisa menyiarkan suara dari gambar tersebut. Aku adalah si serba bisa yang kini tidak begitu dilirik akibat kehadiran internet. Aku adalah benda kesayangan ibu-ibu yang setia mengikuti Uttarin.

Yap, aku adalah televisi.

Dan aku adalah saksi bisu akan kesibukan manusia di pagi hari.

Sebenarnya bukan hanya aku sih, ada juga sofa, radio, meja, pigura, dan benda-benda lainnya yang juga menjadi saksi akan kesibukan mereka. Hanya saja, mereka tidak ada yang secerewet aku. Sepertinya kebiasaan menyiarkan suara sinetron membuatku ikut-ikutan cerewet. Aku heran mengapa radio masih bisa kalem, padahal setiap hari yang disiarkannya hanya suara, suara, dan suara.

“Pa, remote TV dimana, ya?”

“Loh, tadi kan, Adek yang simpen?”

“Bukannya tadi Papa pake?”

“Nggak, kok.”

Duh, mereka mulai meributkan keberadaan benda yang dapat mengatur hidupku itu lagi. Sudah jadi kebiasaan di keluarga kecil ini, keluarga Receh biasa aku menyebutnya, remote televisi hilang tanpa jejak seolah ditelan olehku. Yah, sebenarnya kalau bisa sih aku ingin menelan remote itu. Memangnya mereka kira aku tidak lelah apa, memindah-mindahkan saluran setiap setengah detik sekali? Apalagi si Papa tuh, hobi sekali memindahkan saluran! Kalau si Adik sih, hobinya pesan acara ini-itu!

Eh, tapi omong-omong, si remote ke mana, ya?

“Ma, lihat power bank Kakak, gak?”

“Bukannya kemarin di-charge?”

“Udah dicabut kok, sebelum tidur. Sekarang dimana, ya?”

Duh, mereka mulai lagi meributkan benda mungil yang sering curhat kepadaku karena keberadaannya sering dilupakan itu. Padahal si power bank saat ini berada tepat di depanku, loooh! Memangnya si Kakak tidak lihat apa? Dia memang mudah sekali lupa, padahal kan, dia sendiri yang menaruhnya sebelum masuk ke kamar tadi malam. Si Mama juga, padahal tadi pagi beliau mengelap layar kacaku! Masa dia tidak lihat si power bank di sini? Heran, deh!

“Dek, masih nyari remote?”

“Iya, Ma, kenapa?”

“Tadi kalo gak salah Mama pindahin ke deket telepon.”

“Oh, ada!”

Aku bisa melihat telepon cekikikan sendiri mendengar konversasi barusan. Kalau saja mereka bisa mendengar, mereka pasti akan mendengar tawa dari seluruh penjuru rumah. Kami, para benda mati, memang sering seperti itu. Berhubung keluarga Receh ini hobi sekali lupa meletakkan barang, kami jadi punya banyak bahan untuk ditertawakan. Hahaha.

“Kak, ini power bank punya Kakak, bukan?”

“Mana, Pa?”

“Ini, di depan TV.”

“Oh, bener!”

Lagi, seluruh benda mati di rumah keluarga Receh tertawa puas, mengiringi ucapanku, “Makanya lihat-lihat, dong! Aku yang gak punya mata aja bisa lihat!”

Begitulah, memang rusuh sekali pagi hari di rumah keluarga Receh ini. Sibuk … sebenarnya tidak benar-benar sibuk, sih. Mereka punya jenis kesibukan yang berbeda, dan kesibukan itu adalah kesibukan “mencari benda yang lupa diletakkan dimana”.

Tapi, yah, meski begitu, aku toh hanya benda mati. Aku bisa apa?

 

Bandung, 10 Juli 2017 20:35 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

One thought on “Sibuk, Kata Televisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s