Posted in #JumblingJuly2017

Dibuai Kantuk

Masih dengan prompt “Yang Bikin Lupa Waktu”, kali ini aku akan membahas kebutuhan biologis seluruh manusia dan dijadikan hobi oleh beberapa orang. Kegiatan ini selalu manusia lakukan setiap hari, kecuali bagi orang-orang yang menderita kesulitan melakukan hal ini. Normalnya, manusia melakukan ini selama enam sampai delapan jam sehari, tetapi ada juga yang kurang dari itu karena kesibukan atau penyakit tertentu.

Bisa menebak kegiatan apakah itu?

Yap, tidur.

Tidur selalu membuat lupa waktu, setidaknya begitulah yang kurasakan—seharusnya kalian juga merasakan hal yang sama, sih. Namanya tidur itu kan, kita tidak sadar, ya. Kita memejamkan mata pukul sembilan malam, bangun-bangun matahari sudah terbit. Kita tidur pukul dua dini hari, eh, malah terbangun sebelum matahari terbit. Tidak jarang pula kita tidur pukul dua dini hari, bangunnya pukul dua belas siang. Ada kemungkinan waktu tidur dan waktu bangun yang terkadang sesuai waktu normal, terkadang sesuai dengan harapan kita, terkadang pula melenceng jauh dari waktu normal ataupun harapan kita.

Nah, waktu yang melenceng itulah yang kusebut di sini sebagai lupa waktu. Namanya orang tidak sadar, bagaimana kita bisa ingat untuk mengecek jam? Bagaimana kita bisa ingat untuk menghitung bahwa kita sudah tidur selama satu, dua, atau bahkan sepuluh jam?

Aku merupakan salah satu orang yang seperti itu, hehe. Kalau sudah tidur, yah, aku tidak akan ingat untuk melakukan apa-apa—kadang memang itulah alasanku untuk tidur: ingin ingat bahwa aku tidak perlu melakukan apa-apa. Dan benar deh, kalau sudah tidur itu aku bisa bablas sampai lamaaa sekali, pengecualian kalau tidur malam. Aku niat tidur hanya satu jam, jadinya malah lima jam. Aku niat tidur hanya dua puluh menit, jadinya malah tiga jam.

Ya, aku sekebo itu.

Omong-omong, aku punya julukan sendiri untuk tidur. Setor kesadaran diri. Keren, ‘kan?

Omong-omong yang kedua, kalau kamu muncul untuk sekadar mengatakan “dasar kebo”, jangan lupa ngaca, ya. 😉

 

Bandung, 8 Juli 2017 12:53 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s