Posted in #JumblingJuly2017, Opini

Menyelesaikan Lima Naskah

Hobiku menulis, itu sudah jelas. Aku suka menulis apapun, mulai dari kisah fiksi romantis ala-ala yang bisa membuat orang muak—ew, sebenarnya aku tidak bisa membuat yang penuh kata cinta dan bisa membuat pembacanya mengernyitkan dahi jijik, sih—sampai kisah fiksi sederhana yang dihiasi humor receh di segala sisi. Aku juga suka menuliskan hal-hal mengenai diri sendiri, mulai dari apa yang kualami hari ini sampai apa yang kusukai. Tidak jarang pula aku menulis pengalamanku menjadi sebuah kisah fiksi yang bisa dinikmati orang banyak tanpa perlu aku mengumbar aib. Hahaha.

Nah, yang namanya menulis itu pasti jenuh. Eh, bukan maksudnya jenuh menulis sampai-sampai berhenti menulis untuk selamanya, ya, maksudku lebih kepada ada kalanya kita tidak sanggup melanjutkan sebuah tulisan sehingga memutuskan untuk berhenti sejenak dari tulisan itu. Ada yang berhenti dengan berhenti menulis, ada yang berhenti dengan menulis tulisan lain sambil menunggu mood untuk menulis tulisan yang sebelumnya kembali.

Aku, kebetulan, termasuk tipe orang yang kedua.

Ada kalanya aku kehabisan ide untuk mengetik sebuah cerita—aku bukan tipe orang yang suka membuat kerangka cerita, aku adalah tipe orang yang begitu punya ide, aku akan langsung menuliskannya. Ide yang “habis” itu bisa berupa ide untuk membuat dialog sederhana, ide untuk menyusun deskripsi latar, ide untuk kegiatan tokoh, dan masih banyak lagi. Saat sudah seperti itu, aku mengalami dilema (tidak) terberat dalam hidupku: melanjutkan naskah itu saat itu juga meski harus memaksa otakku bekerja, atau berhenti sama sekali?

Tidak, aku tidak akan memilih pilihan kedua. Aku tidak akan berhenti menulis saat mood menulisku sedang tinggi-tingginya. Untuk mengatasi masalah habis ide itu, aku akan membuka jendela lain pada laptop-ku.

Jendela lain yang isinya adalah naskah lain.

Paham, tidak? Saat aku kehabisan ide di naskah satu, aku akan melanjutkan naskah dua. Saat aku kehabisan ide di naskah dua, aku akan melanjutkan naskah tiga. Saat aku kehabisan ide di naskah tiga, aku akan melanjutkan naskah empat. Saat aku kehabisan ide di naskah empat, aku akan melanjutkan naskah lima. Saat aku kehabisan ide di naskah lima, aku akan kembali mengerjakan naskah satu. Seperti itulah.

Mungkin di antara kalian ada yang bertanya, mengapa hanya lima naskah? Yah, jawabannya sederhana sih, sebab biasanya naskah yang kukerjakan secara nyaris bersamaan itu tidak pernah lebih dari lima. Kalau lebih, biasanya salah satunya aku tinggalkan karena aku benar-benar tidak ingin melanjutkan naskah itu. Biasanya.

Lalu apa hubungannya kebiasaanku menulis lima naskah dalam waktu yang sama dengan #JumblingJuly2017? Tentu saja karena menulis, khususnya menulis cerita, adalah salah satu kegiatan yang sanggup membuatku lupa waktu. Sebenarnya bukan hanya menulis cerita sih, menulis curhatan juga bisa membuatku lupa waktu. Ah, pokoknya menulis sangat bisa membuatku lupa waktu. Aku bisa menghabiskan berjam-jam di depan laptop hanya untuk menulis cerita saat cerita itu sedang “menenggelamkan” diriku di dalamnya. Tidak bisa aku berhenti jika ide sedang mengalir deras ke dalam otakku sebab jika aku berhenti sedikiiit saja, aliran itu akan langsung berhenti.

Pokoknya, menghabiskan waktu dengan menulis adalah kegiatan yang kusuka. Alasannya sederhana, menulis adalah kegiatan yang dapat dikerjakan di waktu luang, namun membuat kita “menghasilkan” sesuatu. Jadi kita tidak mengisi waktu luang kita dengan hal-hal nirfaedah.

Makanya, ayo, menulis! 😀

 

Bandung, 7 Juli 2017 13:12 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

4 thoughts on “Menyelesaikan Lima Naskah

  1. Yaampuuuuuunnnnnn :’))) sekaligus lima. Aku paling banyak sekaligus tiga /yha. Tapi emang bener sih, pas lagi produktif2nya itu mesti kita teh lompat2 nyelesain naskahnya. Dan yah memang begitu. Acik dah rana acikkk. Mangats teyuz yeyy

    Like

  2. Wkwk aku bisa lima siih, tapi nggak selalu juga. Saat lagi mood buat nyelesaiin semuanya yah, semuanya dibuka XDDD mangat jugaa Mb Siu!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s