Posted in #JumblingJuly2017

Sarung Bantal Motif Unyu

Belanja merupakan kegiatan yang tidak benar-benar aku sukai, tetapi bukan berarti aku benci. Ada kegiatan belanja yang menyenangkan seperti belanja buku, pernak-pernik, alat tulis, dan benda-benda semacamnya yang tidak berukuran besar dan praktis. Ada juga kegiatan belanja yang membuatku sering bosan dan tidak pernah benar-benar kusenangi seperti belanja baju—aku perempuan, tapi baju bukan salah satu benda favoritku. Ada juga kegiatan belanja yang menyenangkan saat mood sedang bagus, tetapi menyebalkan saat mood sedang buruk seperti belanja kebutuhan bulanan, bahan kue, dan semacamnya. Yah, mood-ku sesungguhnya sangat memengaruhi sikapku saat berbelanja.

Akan tetapi, bukan semua benda itu yang akan aku bahas di sini.

Ceritanya, waktu itu aku dan Ibu pergi berdua ke salah satu mall terdekat dari rumah kami entah dalam rangka apa, aku lupa. Kami membeli beberapa kebutuhan wajib yang biasanya dibeli oleh Ayah dan Ibu, tetapi hari itu Ayah sedang sibuk di rumah dan Adik terlalu malas untuk pergi, jadilah aku yang pergi. Seperti aku, Ibu bukan tipe orang yang suka berbelanja lama-lama. Beliau suka berbelanja baju, tetapi aku tidak pernah melihat beliau mengobrak-abrik etalase sebuah toko sampai berantakan lalu tidak membeli apapun setelahnya. Meski suka melihat-lihat baju, menurutku hobi belanja Ibu masih dapat kutoleransi.

Setelah membeli semua barang yang ada di dalam daftar belanjaan imajiner kami—tidak kami tulis maksudnya—kami memutuskan untuk berkeliling mall sejenak. Tahu-tahu kami tiba di depan toko buku, tetapi aku sedang tidak berminat untuk melihat-lihat isinya. Eh, ternyata Ibu tertarik kepada barang lain.

Ada kios penjual bantal tepat di depan toko buku dengan tulisan diskon besar-besar di etalasenya.

“Teh, lihat-lihat sarung bantal, yuk?”

Aku mengiyakan.

Kami menghampiri kios itu lalu melihat-lihat bantal yang dipajang sembari Ibu sesekali membuka-buka lipatan sarung bantal yang dilipat di bawahnya. Kalau boleh jujur, aku suka dengan pilihan motif yang ada. Semuanya manis dan menarik, warnanya pun eye-catching sehingga aku tidak bosan melihatnya. Setelah memilih-milih sejenak, akhirnya Ibu membeli sebuah bantal dengan dua sarung berbeda motif.

Kini, kedua sarung bantal itu dipasang pada bantal masing-masing. Oh, kebetulan kami punya satu bantal berukuran sama dengan yang dijual di kios itu di rumah, jadi satu sarung yang tidak punya pasangan bantalnya menemukan belahan jiwa baru di rumah kami. Hahaha.

Dan setiap melihat bantal-bantal itu, aku selalu ingat kegiatan belanja berduaku bersama Ibu. Sekarang, kami sama-sama sibuk dengan urusan masing-masing. Kira-kira kapan kami bisa pergi berdua lagi, ya?

 

Bandung, 5 Juli 2017 11:32 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

3 thoughts on “Sarung Bantal Motif Unyu

  1. Pasti ya, Ibu-ibu tuh kalau ada tulisan diskon apalagi gede banget langsung gatel mau disamperin tokonya. xD Apa jangan-jangan aku bakal gitu. /yh

    Kesempatan belanja berdua ya? Berarti nunggu Rania males dulu. :”D /heh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s