Posted in #JumblingJuly2017

“Sama Kamu Aja, Teteh Gak Ngerti”

Judul tulisan ini sesungguhnya adalah kata-kata yang kuucapkan kepada adikku saat kami mau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak bisa dibilang kekinian, tetapi tidak bisa dibilang kuno juga. Sesuatu yang tidak pernah benar-benar menjadi minat utamaku namun ternyata merupakan kegiatan favorit Adik setiap bepergian bersama teman-temannya. Kegiatan yang baru aku lakukan satu kali seumur hidup.

Kalian langsung bisa menebaknya, bukan?

Yap, photobox.

Tidak seperti aku yang kerap kali waswas setiap diajak photobox, Adik malah merupakan salah satu orang yang menjadikan photobox sebagai agenda wajib setiap kali pergi ke mall. Di dompetnya ada belasan foto hasil photobox sementara di dompetku … tidak ada. Foto dari photobox pertamaku entah terselip di mana. Biasa, pindah rumah adalah momen dimana barang-barang banyak hilang.

Hari itu, aku dan Adik pergi berdua ke sebuah mall yang letaknya lumayan jauh dari rumah. Niat awal kami adalah belanja baju dan buku, benar-benar hanya itu. Belanja di sini pun bukan berarti menghabiskan uang sampai jutaan rupiah, ya. Budget kami terbatas sekali waktu itu, kami hanya membawa dua ratus ribu rupiah masing-masing orang, bonus tiga ratus ribu rupiah yang Ibu berikan kepada kami. Berdasarkan perhitungan kasarku yang biasanya salah, kami hanya punya cukup uang untuk membeli dua buah pakaian dan dua buah buku, itupun kalau aku tidak salah mengingat harga buku pada umumnya.

Realitanya, kami justru membeli dua buah pakaian, satu buah buku karena harganya dua kali lipat dari dugaanku, dan satu cetak foto dari photobox. Ada sedikit kisah lucu saat kami hendak berfoto bersama di kotak raksasa yang tidak pernah membuatku nyaman itu.

Saat kami sedang berkeliling tanpa arah dan tujuan sebab semua barang yang ingin kami beli sudah di tangan, aku teringat impian Adik untuk berfoto bersama denganku. Yah, kami memang jarang berfoto bersama sih, entah atas alasan apa. Aku mengingatkannya untuk photobox—kenapa pula aku bisa ingat, sepertinya diam-diam aku pingin, sih—lalu kami segera menuju tempat foto tersebut.

Nah, setibanya kami di sana, aku berkata,

“Dek, sama kamu aja. Teteh gak ngerti.”

Dan aku mendorong Adik semena-mena. Habis bagaimana ya, aku sudah bilang kalau aku benar-benar kurang update soal photobox, bukan? Sejak aku berfoto dengan kedua temanku itu, aku tidak pernah photobox lagi, jadi aku benar-benar tidak tahu. Hehe.

Untungnya, Adik menurut. Dia bertukar beberapa kata dengan salah satu petugas di sana lalu karena memang sedang sepi, kami bisa langsung masuk ke kotak itu. Di sana ada sebuah gelas berisi properti yang dapat digunakan untuk berfoto, sesuatu yang jaraaang sekali aku pakai. Adikku lalu berkata,

“Teh, pake properti, yuk!”

Aku menolak. Alasannya, “Teteh gak biasa pake begituan, gak suka.”

Memang kenyataannya begitu sih, kalau berfoto ya berfoto saja, tidak usah pakai properti aneh-aneh berupa stik yang ditempeli kertas berbentuk macam-macam. Aku tidak suka saja entah kenapa.

Lalu kami mulai berfoto. Pose pertama, aku hanya nyengir sok-sok manis gara-gara aku mati gaya. Yah, aku akui deh, saking jarangnya berfoto sampai-sampai mau senyum pun aku harus berpikir keras. Pose kedua, aku mingkem. Pose ketiga, pose ala-ala, peace. Pose keempat, tutup mulut. Geli deh, pokoknya. Aku mati gaya banget, padahal cuma empat pose.

Daaan … beginilah hasilnya.

Foto ini aku simpan di dompetku sebagai kenang-kenangan sister’s day out bersama adikku. Habis, kapan lagi kami bisa seperti itu? Adik serasa teman sebaya? 😀

 

Bandung, 5 Juli 2017 11:58 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

6 thoughts on ““Sama Kamu Aja, Teteh Gak Ngerti”

  1. Aku pun gak ngerti… wkwk. Waktu menyenangkan bersama adik ya 😀 Anyway, you two look great together! 🙂

    Like

  2. Lagi-lagi kita sama. :”)) Aku juga selalu menyerahkan semuanya ke temanku kalau mereka ngajak photobox…. Dan aku cuma pernah photobox 2x, berempat dan berdua, semuanya sama teman. Ibuku pernah ngajakin, tapi dulu aku menolak karena malu-malu (mau). Sekarang aku menunggu ibuku ngajak lagi, tapi … kenapa nggak kunjung diajak, ya. /tsun

    DAN IYA ITU. MATI GAYA.
    Aku heran sama temanku yang posenya banyak bangetlah. :”D

    Like

  3. Untung gak ceritain momen foto studio kita ran :”D

    Btw kalian emang keliatan kayak temen sebaya, sih.. Pertama ketemu adikmu kan kukira temenmu di event, bahkan kukira adikmu cowok :”D

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s