Posted in #JumblingJuly2017

Respons Manusia

Kita hidup di dunia ini dengan berbagai cara pandang yang berbeda, mulai dari yang hobi melihat dari sisi positif suatu kejadian, sampai yang tidak dapat menemukan satu hal positif pun dalam suatu kejadian.

Kalau aku sih, kebetulan adalah tipe yang netral, tapi cenderung ke negatif―setidaknya aku merasa seperti itu. Biasanya aku bisa menemukan lebih banyak hal negatif pada suatu kejadian ketimbang positifnya.

Bahkan melihat orang-orang berbisik di sekitarku saja aku akan menyangka bahwa mereka sedang membicarakan keburukanku, bukannya kebaikanku.

Ini juga merupakan salah satu ketakutanku: dianggap buruk oleh orang lain. Oke, mungkin tidak ada orang yang mau dianggap buruk oleh orang lain, tetapi kurasa tidak banyak yang sampai takut akan hal itu.

Aku, kebetulan, merupakan salah satu orang yang takut akan pendapat orang mengenai diriku sendiri. Aku takut orang mengetahui keburukanku, aku takut orang membicarakan keburukanku, aku bahkan takut orang menertawakan keburukanku.

Alasan akan semua ketakutan itu tidak jelas. Aku sendiri tidak tahu pasti sesuatu apa di masa laluku yang membuatku sebegitu khawatirnya dicap buruk oleh orang lain. Yang aku tahu hanya aku takut, dan aku tidak mau sampai ada yang menganggapku buruk. Titik.

Akibat dari ketakutanku ini, anehnya, justru positif. Karena aku takut orang mengetahui keburukanku, aku jadi fokus untuk menunjukkan kelebihanku. Aku aktif di sana-sini supaya tidak dicap tidak peduli, aku berbuat baik pada orang supaya tidak dicap sombong, aku bahkan bersikap diam di lingkungan yang belum aku kenal balik supaya tidak dicap cerewet.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya rasa takut ini tidak sepenuhnya buruk. Dan kalau dipikir-pikir juga, seluruh rasa takut punya nilai tambah yang membuatnya tidak hanya mendiami hati manusia untuk membuatnya khawatir, tetapi juga untuk membuatnya kuat.

 

Bandung, 2 Juli 2017 14:32 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

2 thoughts on “Respons Manusia

  1. Aku setuju rasa takut dapat menguatkan, dan kulihat kau memilih melakukan bermacam hal positif untuk menutupi rasa takutmu itu, well done! xD Good one 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s