Posted in Conversation

Man in Black

Ayah sedang melakukan semacam terapi mandiri dengan menempelkan semacam plester ke bagian tubuhnya sakit. Saat dilepas, plester itu warnanya berubah hitam―hitam berarti “kotoran” di daerah tersebut telah diangkat; berarti daerah tersebut memang berpenyakit.

Ayah: Hitam banget ini.

Adik: Wuuuh, Papa man in black!

Ayah: Yes, I’m very black!

Aku: … geus ah, cicing―udah ah, diam.

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s