Posted in #NulisRandom2017, Opini

#NulisRandom2017 – 37: Time Travel

“Kalau kita mau membuktikan time travel itu ada atau nggak, kita tulis di kertas ‘tolong datang ke hari ini, tanggal ini, jam segini’ sesuai sama waktu kita nulis, terus kita kubur. Logikanya, kalau time travel itu emang ada, saat kita ngubur itu pasti ada orang yang datang, ‘kan?”

Begitu katamu dulu waktu menyampaikan ide brilian itu kepadaku dengan wajah antusias—serius loh, wajahmu antusias. Entah bagaimana bisa obrolan kita yang memang biasanya random sampai pada titik pembahasan time travel, yang aku pribadi masih meragukan kebenarannya. Ingin percaya, tapi toh, belum bisa kubuktikan dengan mata kepala sendiri. Bagaimana kalau kita coba caramu yang brilian itu? Hahaha.

Jadi, terinspirasi dari perkataanmu kala itu, lagu Goose House yang berjudul Time Machine, serta mesin waktu Doraemon, aku jadi ingin membahas mengenai hal ini. Tidak ada alasan yang benar-benar khusus sih, mendadak aku hanya ingin mengutarakan apa yang sedang kupikirkan saja.

Dikutip dari wikipedia, time travel atau perjalanan waktu merupakan sebuah konsep berjalan maju atau mundur ke titik berbeda dalam waktu. Banyak orang yang berpendapat bahwa konsep ini tidaklah mungkin terjadi, tetapi tidak sedikit juga yang mengatakan bahwa konsep ini tidak mustahil terjadi.

Mereka yang tidak setuju berpendapat bahwa jika time travel memang ada, seharusnya kini dunia bisa jadi lebih damai atau malah banyak orang yang akan ‘menghilang’ dari dunia. Tidak menutup kemungkinan bahwa dengan time travel, akan ada orang yang membunuh leluhurnya sendiri—bahkan bisa saja membunuh anak atau cucunya sendiri. Sejarah juga bisa saja berubah, bukan? Bisa saja tiba-tiba Indonesia merdeka sebelum Jepang sempat menjajah karena para pejuang kemerdekaan telah diberi tahu oleh warga Indonesia di masa depan mengenai trik-trik untuk memenangkan perang. Bukannya tidak mungkin juga mereka diberikan “senjata pinjaman” untuk melawan penjajah pada masa itu. Bahkan mungkin juga masa dijajahnya Indonesia oleh Jepang berlangsung lebih lama akibat “senjata pinjaman” milik Jepang lebih canggih. Banyak yang mungkin terjadi akibat time travel, tetapi semuanya, untungnya, tidak terjadi. Karena itulah masih banyak orang yang berpendapat bahwa time travel itu tidak mungkin.

Sementara mereka yang setuju berpendapat bahwa jika time travel memang tidak ada, seharusnya secara keilmuan, lebih sempit lagi: Fisika, ada hukum yang “melarang” konsep tersebut. Masalahnya di sini adalah para ilmuwan tidak menemukan hukum yang sekiranya dapat membuat konsep itu menjadi terlarang. Bahkan bisa dibilang bahwa mereka justru mendapatkan hukum yang mendukung keberadaan time travel, bukan yang melawannya. Karena inilah tidak sedikit orang yang berpendapat bahwa time travel itu mungkin.

Aku pribadi merasa bahwa time travel itu bukannya tidak mungkin, melainkan belum benar-benar terbukti baik secara fisik maupun teori. Satu, belum pernah aku temui seseorang yang benar-benar berasal dari masa depan—kalau sudah bertemu aku tidak yakin aku akan terus mendengar ocehannya juga, sih, bisa saja aku malah kabur. Dua, belum pernah juga aku temukan teori yang benar-benar mendukung pernyataan “time travel itu ada”. Yah, siapa aku, fisikawan juga bukan. Aku hanya bisa berpendapat dengan perasaan dan menggunakan tulisan-tulisan yang telah ada, dan bagiku, time travel itu bisa jadi ada.

Lalu bagaimana dengan kejadian-kejadian yang mungkin terjadi jika time travel memang benar-benar ada? Sejarah berubah dan sebagainya?

Dunia imajinasiku memaksa untuk mengambil contoh dari Doraemon di mana bepergian menelusuri waktu itu ada aturannya. Aku setuju, dan mungkin itulah yang membuat semua kejadian yang kutulis di paragraf mengenai pendapat orang-orang yang tidak setuju itu tidak terjadi. Mungkin memang di masa yang akan datang dimana teknologi mesin waktu telah diciptakan itu ada semacam undang-undang yang mengatur perjalanan waktu. Yah, kurang lebih seperti aturan saat berwisata di suatu area tertentu, deh, misalkan saat kita mau masuk ke sebuah candi di Indonesia kita harus menjaga omongan atau semacamnya, bisa saja aturan perjalanan waktu juga semacam itu. Mungkin saja para time traveller itu sudah ada di sekitar kita, hanya saja mereka bertingkah layaknya manusia masa kini. Mungkin juga para time traveller itu tidak kasatmata, bukan? Kita bicara soal masa depan, dan jika teknologi mesin waktu saja mungkin, berarti teknologi tak kasatmata pun bisa saja mereka buat, bukan? Seperti Jubah Gaib milik Harry Potter, misalkan?

Oke, aku mulai melantur. Selamat menikmati Kamis pagi yang cerah ini!

 

Bandung, 29 Juni 2017 07:38 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s