Posted in #NulisRandom2017, Conversation

#NulisRandom2017 – 30: Kala Menonton TV

Di saat keadaan keluargaku sedang dalam kondisi kami yang paling random dan gabut alias tidak ada kegiatan penting untuk dilakukan serta tidak ada tempat untuk dituju, kami berempat akan berebutan duduk di sofa untuk menonton televisi.

Kami bisa menonton apapun, jam berapapun, dan dalam kondisi apapun selama film ataupun acara televisi yang kami tonton disukai kami semua. Dan jenis tontonan yang kami suka adalah film Indonesia yang ringan dan enak untuk ditertawakan, pertandingan tenis, atau pertandingan badminton. Pokoknya saat acara semacam itu tayang di televisi, biasanya, tidak akan kami lewatkan, deh.

Dan ke-absurd-an tingkat tinggi terjadi saat Ayah sedang dalam mode receh sok serius, Ibu sedang dalam mode hobi merespons, Adik sedang dalam mode hobi komentar, dan aku sedang dalam mode anak manis—biasanya juga manis sih, haha, bercanda. Pada saat keempat mode itu aktif secara bersamaan, konversasi semacam inilah yang akan terjadi (Ayah = Y; Ibu = I; Adik = D; Aku = A),

*menonton pertandingan badminton ganda putra di televisi*

I: Euh, naha—kenapa— error melulu itu Indonesia? Biasanya itu pemain bagus, kenapa jadi ngaco?

D: Mungkin dia lelah.

Y: Kayaknya emang strategi mainnya begitu deh, disuruh pelatihnya mungkin.

I: Enya, pelatih-na goreng eta, mah—iya, pelatihnya jelek itu.

A: *nggak ikut komentar karena sedang asyik sendiri*

*tim lawan nyetak poin*

I: EUH! JADI AJA MASUK, AH! KUMAHA—GIMANA—SIH?!

A: Ya Allah! Kaget, Ma ….

D: Aduh, Mama ….

I: Ehe, maaf. Habis itunya sih, ngaco. Gimana, sih?!

Y: Lagi cedera kali dia, makanya error.

I: Tapi dia gak nge-WA Mama tuh, nggak bilang apa-apa.

D: Itu namanya siapa, sih? Tan Han Beong?

*nama yang benarnya: Tan Ban Heong—nama adalah fiktif dan hanya untuk keperluan post #NulisRandom2017 semata*

I: Iya kali, Dek, Mama juga lupa.

D: Asa kayak bukan orang Indonesia.

A: Pemain luar kali.

Y: Iya, kan boleh ngambil pemain dari luar.

A: Tapi asa gak pernah denger namanya kalo Papa sama Mama nonton bulu tangkis, tuh. Paling kan sebangsa Tontowi, Lilyana, eh, yang satu lagi siapa namanya?

I: Hendrawan!

D: Ih, tapi itu tulisannya Hendra Setiawan! Ngaco si Mama, mah!

I: Iya, Hendra Setiawan, disingkatnya Hendrawan!

Y: Eh, ini sih, bukan ganda putra Indonesia.

I: Terus apa, dong?

Y: Campur kayaknya, yang sini itu Indonesia sama *** (nama negara disensor demi kebaikan banyak pihak).

I: OOH! Pantesan ngaco! Yang ngaco mah, si Tan-Tan nya, bukan si Hendrawan!

D: Euh, gimana sih, si Tan Han Beong, teh.

*lalu muncul nama asli pemain di layar*

D: Eh, Tan Ban Heong, deng. Salah, hehehe.

A: Gimana sih, Dek, haha.

Y: Pelatihnya juga dari ***.

I: Pantesan mainnya jelek!

A: Si Mama parah banget.

I: Emang jelek itu, tuh liat, AAAH! Kan! Gak bisa dibales lagi sama si Tan! Gimana, sih?!

D: Euh, Mama, sih.

I: Bukan Mama! Itu si Tan! Tuh kan, AAH! Masuk lagi! Ngaco mainnya!

D: Si Tan Han Beong ngaco banget, ih. Kesel liatnya.

A: Ban Heong, Dek, Ban Heong.

D: Iya, itulah pokoknya.

Y: Nggak pas mungkin pasangannya, lagian kayaknya ini cuma pertandingan main-main aja, nggak merebutkan apa-apa.

I: Tetep aja jelek itu mainnya! AAAH! Masuk lagi!

Y: Si Mama mah, padahal bukan pertandingan buat kejuaraan apa gitu, tetep aja nontonnya heboh.

A: Iya, si Mama mah rempong. Ini lagi nonton teh, gak bisa tenang apa?

I, D: Hehe, hehe.

Kurang lebih seperti itulah ketidakjelasan yang terjadi saat kami menonton televisi bersama—aslinya sih, jauh lebih heboh. Ayah mengomentari jalannya acara dengan serius bonus wajah receh—Ayah punya tampang kocak kalau sedang serius, soalnya. Ibu mengomentari jalannya acara dengan teriakan heboh yang bisa membuat seisi rumah syok setengah mati. Adik mengomentari nama orang-orang di dalam acara tersebut dan seringkali salah menyebutkan namanya. Aku … yah, hanya bisa mengharapkan ketenangan saat menonton televisi sekaligus ikut meramaikan dengan tertawa dan merespons Ayah.

Random, ya?

 

Bandung, 26 Juni 2017 10:56 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

One thought on “#NulisRandom2017 – 30: Kala Menonton TV

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s