Posted in #NulisRandom2017

#NulisRandom2017 – 28: Saudara Kembar

Aku pernah satu kali bermimpi untuk punya saudara kembar.

Konyol memang, aku tahu itu. Kalau berharap punya adik kan, masih mungkin ya, tinggal berdoa saja Ibu kuat untuk melahirkan anak yang kesekian. Tapi, kalau ingin saudara kembar? Aku sudah lahir loh, ke dunia, mana mungkin tiba-tiba ada orang yang lahir dari rahim yang sama denganku dalam waktu yang sama pula? Tidak mungkin, ‘kan?

Sebenarnya aku sendiri tidak begitu ingat hal apa yang mendasari keinginan gila nan mustahilku yang satu ini. Kalau diingat-ingat, sepertinya, keinginan memiliki saudara laki-laki—aku ingin saudara kembar laki-laki, omong-omong, entah kenapa terasa akan lebih lucu saja—memang sudah lama ada di dalam benakku, tetapi apapun statusnya, mau itu kakak ataupun adikku, tidak akan jadi masalah buatku. Eh, tidak tahunya, malah timbul keinginan lain yang lebih tidak masuk akal.

Mungkin sekitar satu tahun yang lalu, mungkin juga kurang dari satu tahun, aku dan teman-temanku yang sama-sama tergabung dalam sebuah kepanitiaan online melantunkan sebuah candaan mengenai genderbend. Genderbend adalah versi jenis kelamin lain dari seseorang, dan biasanya kata ini digunakan untuk mengubah-ubah karakter fiksi sesuka hati kita—yah, tetap berdasar pada karakterisasi yang telah ditentukan oleh pengarang aslinya, sih, hanya saja berbeda jenis kelamin.

Nah, timbul “wacana” untuk membuat versi genderbend dari diri kami masing-masing. Karena aku perempuan, berarti versi genderbend dari diriku sendiri adalah laki-laki. Tidak pula, kami memberi versi genderbend kami nama pula, dan nama genderbend-ku adalah Rama (hanya berbeda satu huruf denganku, tetapi aku tidak akan membocorkan huruf mana yang berbeda).

Sepertinya dari sanalah aku mendadak berharap punya saudara kembar laki-laki. Memang tidak ada alasan yang benar-benar penting sih, aku hanya mendadak ingin punya laki-laki sepantaran yang bisa aku ajak bercanda atau semacamnya. Selama ini aku memang cenderung lebih mudah akrab dengan laki-laki, dan, yah, mungkin aku berharap dapat menemukan keakraban yang sama dengan seseorang di dalam keluargaku—dalam kasus ini, maksudnya adalah saudara kembar laki-laki.

Separah apapun aku berharap, aku tahu kok, impian yang satu ini tidak akan terwujud.

 

Bandung, 25 Juni 2017 14:59 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

2 thoughts on “#NulisRandom2017 – 28: Saudara Kembar

  1. On the contrary, aku selalu berpikir bahwa akankah sangat mengerikan untuk memiliki saudara kembar (?) sesorang yang sangat dekat denganmu, memiliki karakteristik yang serupa, tidakkah mengerikan? ._. Namun, akan sangat lucu untuk dilihat sehingga au lebih prefer tidak menjadi kembar namun memiliki kenalan dekat yang kembar, mungkin dua saudara sedarah yang kembar 😀 Great piece of writing as always! Aku mendapatkan perasaannya saat membaca (mengingat fakta aku takut akan ide memiliki kembaram, ini cukup hebat) 😀

    Like

  2. Oh, apa tulisan ini membuatmu berpikir bahwa punya saudara kembar itu akan jadi menyenangkan? Aku justru ingin tahu bagaimana rasanya punya orang yang mirip 99% denganku tetapi beda jenis kelamin XD sepertinya akan lucu~ haha XD

    Lagi, terima kasih! XD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s