Posted in #NulisRandom2017, Kuliah

#NulisRandom2017 – 24: Pesan Dibalas Pesan

Ada satu kegiatan rutin setiap hari Sabtu atau Minggu yang dilaksanakan oleh Departemen Media di jurusanku via online dalam rangka meramaikan akun resmi jurusan yang semakin hari semakin sepi karena kurang peminat. Yah, hitung-hitung mengisi kegabutan serta mengasah kemampuan menulis ala-ala sastra juga, sih.

Nama kegiatannya … tidak ada. Pokoknya, karena saat ini kirim-kirim pesan via akun-akun resmi yang ada di LINE (yah, akhirnya kusebut juga aplikasinya) sedang hits, jadilah Departemen Media jurusanku juga mengadakan hal serupa. Bedanya dengan akun lain yang mengadakannya setiap saat, Departemen Media jurusanku hanya mengadakannya satu minggu satu kali selama satu sampai satu setengah jam. Akan tetapi, itu cukup bagiku yang doyan mencurahkan sesuatu tanpa perlu menuliskan identitasku dan semacamnya. Begitu.

Jadi, hari ini, seperti biasa aku mulai mengirimkan curhatan-curhatan panjang yang biasa kutuliskan di sini (iya, hasil #NulisRandom2017 yang kubuat di sini biasanya ku-copy dan paste untuk kegiatan itu juga, hitung-hitung meramaikan) ke akun tersebut, tetapi responsnya tidak seramai biasanya. Akhirnya aku hanya bisa menunggu, menunggu, dan membaca post-post lain yang terkadang lucu, terkadang baper, terkadang pula serius.

Lalu muncul satu pesan yang bahasanya sangat kukenal.

Ngapain beberes? kamu ga beberes diri juga udah oke da di mata aku 😀 wkwk

Spontan aku tertawa geli membacanya. Habis, bagaimana ya, aku dan kamu kan, sedang membahas hal serupa di chat, dan tentu saja aku langsung tahu bahwa pengirimnya itu kamu.

Seperti yang kamu tahu, aku adalah pengirim setia curhatan di kala kegiatan itu berjalan, jadi sebagai respons atas keisenganmu yang tiada tara itu, tentu saja aku membalas melalui akun yang sama.

Da akumah beberes bukan buat kamu :”))

Yah, meski setelahnya kamu tidak membalas pesanku lagi, tetapi setidaknya aku cukup puas membalas pesanmu yang agak-agak menyebalkan tetapi bikin senang itu, hahaha.

Dan, kamu sudah tahu sih, tetapi pesan kita yang saling membalas itu membuat admin akun tersebut berkata, “Cie yang pesannya nyambung sama sebelah.”

Apa daya, aku memang tidak tahan kalau tidak membalas pesan.

Omong-omong, Selamat Hari Raya Idul Fitri, semuanya. Mohon maaf lahir dan batin.

 

Bandung, 24 Juni 2017 22:27 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

2 thoughts on “#NulisRandom2017 – 24: Pesan Dibalas Pesan

  1. Kayanya sih dia mau bales lagi tapi gak sempat. Mungkin balesannya, “Iya sih bukan buat aku, tapi kuyakin di mata siapapun kamu memang oke.” Lol, nice post, btw! I’ve been following your #NulisRandom2017 entry since the very start, and it’s been great 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s