Posted in #NulisRandom2017

#NulisRandom2017 – 20: Impian Sekadar Lalu

Dulu, aku adalah gadis kecil pecinta dunia novel romansa, baik yang arahnya lebih kepada konflik kehidupan seorang perempuan, atau sekadar kisah penuh cinta di kanan-kiri yang dapat membuat pembacanya muak akan kata itu. Dulu, aku hanyalah seorang gadis kecil polos yang mengagung-agungkan cinta, menganggap cinta adalah suatu hal ajaib yang membuat seorang anak Adam merasa beruntung telah memilikinya.

Dulu, aku adalah gadis kecil pecinta karakter fiksi, utamanya para lelaki yang sering digambarkan dapat membentuk ketidaksempurnaannya menjadi sesuatu yang menakjubkan—flawsome, kalau aku dapat meminjam istilah dari sebuah acara televisi. Dulu, aku hanyalah seorang gadis kecil polos yang mengagung-agungkan kata-kata manis yang terucap dari mulut para karakter lelaki fiksi itu, suatu hal yang kuharapkan akan terjadi di dalam kehidupan nyataku—dan seketika aku tahu bahwa itu mustahil.

Kini, aku adalah gadis yang lebih berorientasi pada kenyataan. Dunia novel itu hanya sebatas fiksi, dunia impian bagi seluruh gadis yang mendamba cinta, hanya saja tidak akan pernah jadi nyata. Semua hal yang ada di dalam novel, hal-hal romantis yang dilakukan berdua, hal-hal indah yang dilihat berdua, hal-hal sederhana yang dinikmati berdua, semuanya tidak akan ada yang jadi nyata. Aku yakin akan satu hal, semua hal yang akan terjadi, dengan siapapun itu orangnya, tidak mungkin terjadi seperti apa yang dituliskan di dalam novel manapun—kita sendirilah yang akan membentuknya menjadi sesuatu yang indah.

Kini, aku semakin yakin bahwa lelaki dengan ucapan manis layaknya puisi, lelaki dengan tatapan penuh rasa setiap menatap gadisnya, lelaki dengan tingkah super perhatian bak pahlawan super yang bahkan tidak dapat makan dengan tenang, serta lelaki dengan tingkat pengertian maksimal yang dapat memahami semua ucapan gadisnya tanpa perlu penjelasan ulang yang bertele-tele tidaklah ada.

Akan tetapi, ada satu orang yang berhasil membungkam pendapatku dengan menyampaikan lantunan kalimat manis, dengan menyodorkan tatapan penuh rasa kala melihatku, dengan memberikan perhatian penuh terhadap semua yang kulakukan, dan dengan pemahaman yang setara denganku sehingga semua yang kukatakan dan kulakukan dapat dimengerti.

Orang itu adalah kamu, orang yang kusangka hanya akan jadi impian sekadar laluku di masa lalu.

Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk menjumpai karakter fiksi yang kuimpi-impikan menjadi nyata.

 

Bandung, 20 Juni 2017 11:54 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

One thought on “#NulisRandom2017 – 20: Impian Sekadar Lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s