Posted in #NulisRandom2017

#NulisRandom2017 – 18: Goose House

Ada satu band asal Jepang yang benar-benar jadi kesukaanku sejak pertama kali aku menyimak lagunya. Menyimak ya, bukan mendengar. Kalau mendengar sih, seharusnya aku sudah jadi penggemar berat band ini sejak menonton suatu anime. Karena pada kenyataannya aku tidak begitu, berarti kesimpulannya adalah, aku menjadi penggemar band ini sejak aku pertama kali menyimak lagunya.

Nama band ini adalah Goose House, sesuai dengan apa yang kutulis pada judul tulisan ini. Saat ini, band ini terdiri dari enam orang anggota, yaitu Kei, Sayaka, Manami, Johnny, Kudo, dan Watanabe (atau setidaknya aku menyebutnya begini). Mereka sudah merilis belasan album sampai aku pun lupa berapa jumlah tepatnya.

Saat aku mengenalnya untuk yang pertama kali, band ini terdiri dari tujuh anggota; tiga laki-laki dan empat perempuan. Saat aku mengenalnya untuk yang pertama kali pula, aku kesulitan membedakan orang A dengan orang B (khusus yang perempuan) karena mereka memang mirip. Saat aku mengenalnya untuk yang pertama kali, aku hanya menanggapi respons heboh adikku dengan oh-oh pendek karena memang aku tidak langsung jatuh hati kepadanya.

Dan usaha pencekokan yang disponsori oleh adikku itu akhirnya berhasil memengaruhiku.

Perlahan-lahan aku mulai ikut menonton video penampilan mereka yang diputar oleh adikku di laptop-nya. Aku mulai meminta file lagu-lagu mereka dari adikku yang punya koleksi lengkapnya. Aku mulai iseng mencari-cari informasi tentang mereka. Bahkan, hal yang konyol dan tidak pernah kulakukan terhadap manusia hidup sebelumnya, aku mulai memasang-masangkan anggotanya satu sama lain (dan berhubung jumlah anggota mereka ganjil, jadilah aku memanfaatkan anggota mereka yang lama sehingga aku dapat tepat lima pasangan).

Lagu favoritku dari seluruh lagu yang telah mereka rilis hingga saat ini adalah 3/4, dan kalau aku tidak salah ingat, lagu ini menceritakan mengenai patah hati di musim panas yang sebaiknya tidak dibiarkan berlarut sebab masih ada tiga musim lain menunggu. Mengikuti 3/4, lagu favoritku selanjutnya adalah NonStop! Journey yang dirilis tahun lalu. Aku belum pernah benar-benar membaca lirik lagu ini, tetapi aku menikmati musiknya yang ceria dan penuh kebahagiaan.

Secara umum, aku tidak memandang adanya cela pada band ini, baik dari sisi penampilan fisik mereka, musik mereka, lirik mereka, daaan apapun. Satu-satunya hal yang aku sayangkan, dan berhasil membuatku galau setiap kali mendengarkan lagu mereka, adalah salah satu anggota mereka, Migi, keluar belum lama ini. Meski bukan anggota favoritku, tetapi suara Migi yang khas benar-benar membuatku jatuh hati. Dan … keluarnya dia dari grup benar-benar membuat hatiku hancur—padahal siapa aku, berhak mengatur hidup mereka pun tidak.

Intinya, aku mencintai band ini dan tidak berniat move on selama mereka masih membawakan musik mereka dengan cara yang sama.

 

Bandung, 18 Juni 2017 21:39 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s