Posted in #NulisRandom2017, Kuliah

#NulisRandom2017 – 14: Perpisahan

“Allah yang paling tahu apa yang kita inginkan, paling bisa membolak-balikkan hati manusia, dan paling tahu kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan rencana-Nya.”

Kalimat itu adalah kalimat yang berhasil kurangkum dari dua kejadian tidak terprediksi yang kualami hari ini. Satu datangnya dari keluarga kedua yang kudapatkan di kampus, dan satunya lagi datang dari keluarga ketiga yang juga kudapatkan di kampus.

Satu, dia adalah sosok perempuan inspiratif dan pelindung terbaik yang pernah aku temui di keluargaku yang kedua, angkatanku. Dia berhasil merangkul semua orang di angkatanku, dan aku pun tidak menemukan ketidaknyamanan ketika bersamanya.

Dan sekarang, dia harus pergi.

Dua, dia adalah sosok perempuan kritis yang tidak pernah ragu menyuarakan apa yang ia pikirkan. Kami tidak begitu dekat, tetapi tentu saja aku memerhatikan sosok cerewet yang kerap hadir di rapat keluarga ketigaku, kepanitiaan kaderisasi tingkat fakultas.

Dan sekarang, dia juga harus pergi.

Aku takut akan perpisahan, bahkan seringkali aku menjalani hidup dengan terlalu santai sampai-sampai aku lupa bahwa ada perpisahan yang akan kujumpai. Akan tetapi, yang seringkali kualami adalah aku tidak menghadapi perpisahan dengan tangis. Sedih, jelas, tetapi tanpa air mata. Kalaupun ada, bukan berupa bendungan jebol atau semacamnya.

Kadang aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri, apa hatiku sudah mati? Apa kepedulianku sudah mendekati angka nol sampai-sampai menangis saja aku butuh situasi dan kondisi yang tepat? Apa sebenarnya aku tidak peduli dengan perpisahan?

Tapi kemudian aku ingat, mungkin tanpa kusadari, aku telah menanamkan prinsip bahwa perpisahan bukanlah akhir bagi segalanya di dalam otakku, sehingga berpisah tidaklah seberat itu untuk dilakukan.

Lalu aku juga ingat, tidak semua orang bisa menunjukkan kesedihan yang mendalam dalam bentuk air mata deras, dan mungkin akulah salah satunya.

Lalu aku juga ingat, tidak semua perasaan sedih harus diekspresikan dengan tangis.

Dan, hari ini aku belajar bahwa perpisahan tidak melemahkan siapapun; malah membuatku menjadi lebih kuat.

Bandung, 14 Juni 2017 22:13 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

One thought on “#NulisRandom2017 – 14: Perpisahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s