Posted in #NulisRandom2017

#NulisRandom2017 – 12: Penghargaan Tertinggi

Penghargaan tertinggi yang kurasakan sebagai seorang penulis adalah ketika, setidaknya, satu orang berkata, “Aku tenggelam dalam tulisanmu.”

Dan, astaga, sebuah kalimat sederhana yang terdengar biasa di telinga orang lain seperti itu sebenarnya benar-benar membuatku bahagia dan … ah, entahlah, sulit mendeskripsikannya. Yang pasti, bahagia, terharu, tidak percaya, dan terkejut semuanya bergabung jadi satu.

Penghargaan tertinggi yang kurasakan sebagai seorang mahasiswa adalah ketika, setidaknya, satu orang dosen berkata, “Bagus.”

Memang hanya satu kata sederhana yang bahkan tidak ada istimewa-istimewanya di telinga banyak orang, bahkan terkadang padaku. Akan tetapi, beda rasanya ketika aku berhasil menyelesaikan sebuah soal atau menjawab sebuah pertanyaan di kelas, lalu sang dosen memberi respons dengan dialog tadi. Yang pasti, bahagia, terharu, tidak percaya, dan terkejut semuanya bergabung jadi satu.

Penghargaan tertinggi yang kurasakan sebagai seorang teman adalah ketika, setidaknya, satu orang temanku berkata, “Terima kasih sudah mau menjadi temanku.”

Mungkin bagi banyak orang yang mudah beradaptasi dengan jutaan manusia berteman bukanlah hal yang menyulitkan, tetapi bagiku yang tidak semudah itu memulai obrolan dengan orang tak dikenal, ucapan terima kasih adalah hal paling menenangkan hati yang dapat kuterima. Yang pasti, bahagia, terharu, tidak percaya, dan terkejut semuanya bergabung jadi satu.

Penghargaan tertinggi yang kurasakan sebagai seorang anak adalah ketika, setidaknya, ayah atau ibuku berkata, “Pintar anak Ayah/Ibu.”

Aku mungkin bukan manusia terpintar di kelas, apalagi angkatan. Akan tetapi, mendengar pujian sederhana dari mereka, walau konteksnya tidak selalu akademik, adalah kebahagiaan tiada tara. Sederhana memang, tidak ada orang tua yang tidak bangga akan anaknya, tetapi kalimat itu, entah mengapa, selalu membuat angka kebahagiaanku naik drastis. Yang pasti, bahagia, terharu, tidak percaya, dan terkejut semuanya bergabung jadi satu.

Penghargaan tertinggi yang kurasakan sebagai seorang perempuan adalah ketika kamu berkata, “Aku beruntung ada kamu di sampingku.”

Aku bukanlah orang paling sempurna di muka bumi, mendekati sempurna pun tidak. Akan tetapi, kamu, dengan tanpa bebannya mengatakan bahwa aku adalah anugerah terindah yang pernah kamu dapatkan di dalam hidup, adalah sebuah kebahagiaan tiada tara yang sanggup membuat pipiku memerah. Yang pasti, bahagia, terharu, tidak percaya, dan terkejut semuanya bergabung jadi satu.

Dan yang lebih pasti lagi, mendapatkan semuanya sekaligus adalah kebahagiaan yang tidak pernah dapat diukur dengan angka.

 

Bandung, 12 Juni 2017 18:01 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s