Posted in #NulisRandom2017, Kuliah, Opini

#NulisRandom2017 – 05: Tag Tempat

Tag tempat.

Kalian mungkin sudah familier dengan istilah itu, malah bukannya tidak mungkin dua kata itu menjadi keseharian kalian selama masa ujian. Benar, tidak?

Mungkin kedengarannya biasa saja bagi kalian yang biasa melakukannya. Memangnya salah ya, duduk bersebelahan dengan teman akrab saat ujian? Memangnya salah ya, bekerja sama dengan teman akrab saat ujian? Memangnya salah ya, mencontek pekerjaan teman saat ujian?

Lihat kembali konteksnya: ujian. Sudah jelas semua orang mewanti-wanti bahwa ujian adalah soal yang wajib dikerjakan SENDIRI, mengapa masih berusaha melobi dengan berbagai alasan? Mengapa masih berusaha berbisik kepada kanan dan kiri hanya untuk menanyakan jawaban? Memangnya jawaban yang kamu tuliskan salah? Kamu bisa tahu darimana? Lagi pula, memangnya jawaban tetanggamu sudah pasti benar? Kamu tahu darimana?

Kawan, perilaku kecil seperti inilah yang membuat negeri kita bobrok. Jangan gunakan alasan “ah, nyontek mah kecil” karena semua hal besar berawal dari hal-hal kecil yang dilakukan secara kontinu. Jangan gunakan alasan “posisi menentukan prestasi” karena kalimat itu hanya berlaku bagi kalian yang berpikiran sempit dan malas berusaha. Asalkan kalian rajin belajar, posisi tidak akan mempengaruhi prestasi kalian. Mau kalian duduk di belakang, di tengah, di depan, bahkan di samping pengawas ujian sekalipun, tidak akan ada pengaruhnya. Kalian toh, belajar.

Indonesia mungkin menerapkan sistem gotong-royong, dan ya, tampaknya itu membuat kita selaku masyarakatnya menjadi terlalu dependen. Padahal, ada kalanya kita harus bersifat independen pula. Gotong-royong tidak berlaku untuk semua hal, dan salah satunya adalah ujian.

Jangan menggunakan prinsip yang benar untuk sesuatu yang tidak sesuai, karena, tidak selamanya 1 + 1 = 2 dapat digunakan untuk menyelesaikan x + y = 2.

Bandung, 5 Juni 2017 21:48 WIB.

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s