Posted in #NulisRandom2017

#NulisRandom2017 – 04: Hai Kamu

Hai kamu yang tingkat kepercayaan dirinya selalu naik setiap bersamaku.

Lucu juga ya, ternyata diam-diam diriku ini punya kemampuan untuk mempengaruhi kepercayaan diri orang lain, kamu khususnya. Selama ini aku mengecap diri sendiri sebagai orang yang kurang percaya diri, bahkan untuk melakukan kontak mata pun aku enggan. Anehnya, setelah bertemu denganmu, oke, aku tetap enggan melakukan kontak mata dan kepercayaan diriku pun masih begitu-begitu saja, tetapi rupanya diriku yang seperti ini sanggup mengubah dirimu menjadi seperti itu. Kelewat percaya diri, tetapi tidak menyebalkan seperti orang-orang pada umumnya.

Hai kamu yang menganggapku sebagai kebahagiaan di kala biru.

Lucu juga ya, ternyata diam-diam diriku ini dapat menyebarkan kebahagiaan kepada orang lain, kamu khususnya. Selama ini aku mengecap diri sendiri sebagai orang yang pendiam, suka bercanda memang, tetapi tidak kepada semua orang dan tidak di semua tempat. Anehnya, setelah bertemu denganmu, aku memang masih suka bercanda dan masih pendiam pada saat-saat tertentu, tetapi rupanya diriku yang seperti ini sanggup mengubah dirimu menjadi seperti itu. Bahagia, hanya dengan beberapa baris kata-kata ringan yang rupanya bermakna lebih daripada seharusnya.

Hai kamu yang mencariku sebagai jawaban atas semua masalahmu.

Lucu juga ya, ternyata diam-diam diriku ini merupakan solusi atas segala macam kalut dalam diri orang lain, kamu khususnya. Selama ini aku mengecap diri sendiri sebagai orang yang bermasalah, boro-boro menjadi solusi, setiap saat ada saja masalah yang kutimbulkan. Anehnya, setelah bertemu denganmu, aku memang masih sering menimbulkan masalah, tetapi rupanya diriku yang seperti ini sanggup mengubah dirimu menjadi seperti itu. Terpuaskan, dan itu hanya akibat dari keberadaanku di sekitarmu yang bahkan tidak menyodorkan solusi apapun.

Hai kamu yang semakin hari semakin teradiksi dengan kehadiranku.

Lucu juga ya, ternyata diam-diam diriku ini merupakan kebutuhan bagi seseorang, yaitu kamu. Selama ini aku mengecap diri sendiri sebagai orang yang independen, bisa melakukan ini-itu sendiri, tetapi memang pada dasarnya sebagai makhluk sosial aku tidak akan bisa hidup sendiri. Anehnya, setelah bertemu denganmu, perlahan independensiku berkurang, berubah menjadi dependensi terhadapmu, dan rupanya diriku yang seperti ini sanggup mengubah dirimu menjadi seperti itu. Dependen, terhadap kehadiranku yang kadang hanya menebar senyum.

Hai kamu yang berterima kasih kepadaku karena telah menjadi diriku sendiri.

Aku hanya ingin mengatakan hal yang sama.

Terima kasih kembali.

Bandung, 4 Juni 2017 19:03 WIB

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s