Posted in Cerpen, Kumpulan Cerpen, Sinopsis

Ototo wa Koibito

Ototo wa Koibito“Aku bertengkar lagi dengan Haruki,” curhatku sambil melepaskan earphone dari telingaku.

Dia diam saja. Dia tahu bahwa aku akan bercerita tanpa diminta.

“Yumeko-chan, aku tahu dia tak seperti itu, tapi aku benci melihatnya begitu baik sama cewek lain.”

“Kamu terlalu posesif, Oba-san,” Taka nyeletuk asal.

“Bukan begitu!” sungutku sebal. “Aku nggak cemburu. Nggak masalah Haruki berteman dengan siapa saja. Tapi, aku hanya ingin Haruki mengerti bagaimana seharusnya dia bersikap dengan cewek-cewek itu ketika ada aku. Itu saja!”

Taka menyimak kemarahanku, seperti biasa. “Wakatta,” ujarnya kemudian. Dan, itu hal yang selalu kuharapkan dari dirinya. Aku hanya butuh teman untuk bicara. Dan, Taka-kun selalu ada untuk itu. Aku menghembuskan napas. Setelah mengungkapkan semua marahku, aku merasa lega.

Ya, kadang percik hidup bukan untuk diterima, tetapi dimengerti, didampingi. Taka-kun selalu ada untuk itu, melebihi siapa pun, termasuk lelaki yang sungguh kucintai itu, Haruki.


 

Nggak, Ototo wa Koibito bukan cerpen buatanku. Cerpen yang ini buatan pemenang utamanya. Cerpenku, alhamdulillah, terpilih sebagai salah satu cerpen untuk dimuat di dalam buku kumpulan cerpen ini. Judul cerpenku Sunset in Kagoshima atau dalam bahasa Indonesia, Matahari Tenggelam di Kagoshima.

Sunset in Kagoshima menceritakan tentang Oono Harumi, seorang gadis yang tinggal di dekat pantai di Kagoshima dan Nakagawa Toshi, tetangga Harumi yang baru saja pindah ke samping rumahnya. Mereka berkenalan saat Harumi mengantarkan kue ke rumah Toshi dan akhirnya, di hadapan matahari terbit, mereka…

Baca aja sendiri. :p

Bukunya bisa dibeli di toko buku terdekat atau toko buku online (aku pribadi sih, nggak pernah lihat buku ini lagi di toko buku jadi opsi kedua terdengar lebih baik). Harganya Rp 35.000,- aja, kok~ /itu nggak sedikit/

Oke, mungkin sekian dulu cuap-cuap soal tulisan hari ini. XD

 

 

Rey
31.12.2015

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s