Posted in Random Thought

Kisah Kecil ‘Keluarga’

Aku punya sebuah keluarga kecil.

Keluarga yang terdiri dari seorang ayah, ibu, dan adik.

Seorang adik yang menyebalkan dan iseng tiada tara, namun cukup membuat hari-hariku penuh warna emosi; sedih, senang, kesal, marah, netral, dan lainnya, kualami karenanya.

Seorang ibu yang cerewet, sulit tenang, dan polos, tetapi cukup untuk menghapus kesunyian yang ada di rumahku dengan ke’rempong’an dan ke’heboh’an tiada tara dari beliau.

Seorang ayah yang berwajah sekuriti berhati hello kitty namun sanggup membuat tanah tempat kami berpijak bergetar karena gelak tawa, gelak tawa dari empat orang anggota keluarga kecil ini.

Keluarga kecil yang biasa saja menurutku.

Keluarga kecil yang… bagiku tidak sesempurna keluarga lain.

Sampai aku menemui orang itu beberapa hari lalu.

Orang itu bergaya seenaknya. Jujur, aku tidak memerhatikan gaya berpakaiannya atau sesuatu apapun yang melekat pada dirinya. Selintas, dia kelihatan normal seperti orang-orang dewasa pada umumnya.

Nyatanya, dia sama sekali jauh dari kata normal.

Dalam waktu satu jam, orang itu sukses membuat puluhan siswa tertawa terbahak-bahak, seolah belum pernah tertawa sebelumnya. Aku yang ada di antara orang-orang yang tertawa kebingungan. Aku akui, itu adalah candaan yang cerdas, lucu sekali. Anehnya, aku tidak tertawa lepas dan bebas seperti aku yang biasanya.

Saat itu aku heran, ada apa dengan diriku?

Kemudian, salah seorang temanku berkata pada temanku yang lain, “Kalo punya ayah kayak gini di rumah, kayaknya ketawa terus, ya!”

DEG!

Saat itulah aku sadar,

aku tidak tertawa bukan karena aku tidak normal,

aku tidak tertawa bukan karena tidak mengerti maksud pembicaraan orang itu,

aku tidak tertawa karena aku pernah mendengar hal yang lebih lucu sebelumnya,

aku tidak tertawa karena aku sadar bahwa ayahku bisa membuatku tertawa lebih keras lagi.

Akhirnya aku sadar bahwa keluarga lain lah yang tidak sesempurna keluarga kecilku.

Advertisements

Author:

Pecinta dunia tulis-menulis dan hitung-hitungan. Mahasiswi S1 Statistika di sebuah universitas di Jatinangor. Berdomisili di Bandung, tepatnya di bawah naungan sebuah rumah satu tingkat dengan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari empat orang anggota bonus tiga belas ekor kucing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s